Popular Posts

AC01

Friday, May 8, 2009

Life style info - Online Banking Waspadalah !!!

ONLINE BANKING - WASPADALAH

*INILAH.COM, Jakarta – Ancaman penipuan online banking bukan isapan jempol. Perusahaan keamanan Symantec menyebut peringkat penipuan online di Indonesia terus naik. Sebanyak 76% penipuan ini bermotif finansial. Alhasil, pengguna online banking harus waspada. *

Berdasarkan laporan Symantec, peringkat Indonesia pada 2008 sebagai target phising atau email penipuan naik ke posisi 8. Padahal tahun sebelumnya, posisi Indonesia berada di posisi 10. Systems Engineering Manager Symantec Singapore & Indonesia Ronnie Ng mengatakan, phising yang bermotif finansial di Indonesia adalah yang terbesar. “Target sektor finasial mencapai 76%. Phising dengan target finansial naik karena pengguna online banking di Indonesia semakin naik,” katanya. Selain itu infrastruktur internet yang semakin baik juga berpotensi pada naiknya phising. Di satu sisi ketersediaan broadband yang semakin luas, ternyata malah mendorong ancaman phising yang semakin besar. Peringkat Indonesia dalam hal phising itu relatif tinggi. Jika dilihat di wilayah Asia Tenggara, Indonesia masuk peringkat kedua setelah Thailand dan berada di atas Malaysia dan Singapura. Selain finansial, motif lain yang dijadikan target phising adalah hardware komputer, software dan online gaming.

Rata-rata perbankan nasional sudah menawarkan layanan online bangking.Layanan ini sangat nyaman, karena berbagai transaksi yang ada di ATM bisa dilakukan dimana saja, sejauh ada sambungan internet dan tersedia komputer untuk mengaksesnya. Ronnie Ng mengatakan infomasi kartu kredit dan rekening perbankan merupakan target terbesar para pejahat. Kartu kredit membukukan 32% dari total data curian, sedangkan rekening perbankan mencapai 18%.

Di pasar global, data kartu kredit ini bisa dijual US$ 0,06 hingga US$ 30. Sedangkan password email bisa dijual 0,1 hingga US$ 100. Yang lebih mahal lagi adalah rekening perbankan US$ 10 hingga US$ 1.000.

Data penting ini bisa hilang karena karena tindakan hacking. Namun hacking ini bukan yang terbesar. Data penting ini bisa ke tangan penjahat karena dicuri dan mencapai 48%. Sementara orang dari dalam perusahaan menyumbang 7%. Sedangkan hacking 17% .

Albert Lay, Technical Consultant Symantec mengatakan yang terpenting dalam melakukan aktivitas online bangking adalah perilaku usernya. Selain itu komputer sebisa mungkin dilengkapi dengan software pengaman internet, untuk mengetahui jika terdapat program-program berbahaya.

User juga harus berhati-hati dengan email phishing yang mengaku dari bank. Email phishing ini biasanya seolah-olah bank sedang melakukan pembaharuan data nasabah. Padahal penjahat ingin menjebak penerima email agar memberikan informasi rekening, serta PIN yang dimiliki.

Ronnie Ng menambahkan pengguna situs jaringan sosial semacam Facebook juga harus waspada. Tren ke depan, program jahat atau malware yang berbasiskan web akan semakin meningkat. “Serangan berbasiskan web ini naik karena jejaring sosial makin popular,” imbuhnya.

Untuk menghindari ancaman seperti itu, pengguna komputer harus terus mengupdate softwarenya. Selain itu tidak mengunjungi situs yang mencurigakan. Pengguna komputer juga disarankan tidak sembarangan membuka attachment email, tanpa terlebih dulu mengeceknya dengan menggunakan program antivirus. [E1]

Email forwarder : Lilis K - Resoadmin

No comments:

RECENT POST

For You - Money Online

Daftar ke PayPal dan langsung menerima pembayaran kartu kredit.
script src="http://widgets.technorati.com/t.js" type="text/javascript"> View blog authority